Infant Swimming Resource - Self Rescue

Video ini membuat saya meratapi nasib yang cuma bisa meluncur beberapa meter di kolam renang. 

touchdisky:

Iceland by Gunnar Gestur
Reblogged from Breathe...
theamericankid:

Koala’s response to being petted

> Things like this really brighten up my day, never enough awww on tbfs.

theamericankid:

Koala’s response to being petted

> Things like this really brighten up my day, never enough awww on tbfs.

Reblogged from Die Laughing Bitch.

Sigur Ros During Hoppipolla (Sigur Ros Live in Jakarta) 

Kesalahan fatal saya adalah ga bawa kamera!! T.T. Waktu itu saya masih ngerasa kayaknya ga perlu deh bawa kamera, cukup menikmati dan rekam dalam memori otak dan hati. Tapi jadinya saya nyesel banget-banget. Ketika konser berlangsung, rasa-rasanya ingin merekam semuanya. Apa daya dengan berbekal handpone android kualitas so-so, saya cuman bisa merekam tiga lagu, yaitu Ny Batteri pas opening, Hoppipolla, juga Popplagid sebagai penutup. Ditengah-tengah proses perekaman Popplagid, ada peringatan dari handphone yang bilang kalo not enough space, tapi saya tetep ngotot aja ngerekam. Walhasil, rekaman yang popplagid ga bisa dibuka karena error katanya. >,< hiks gilaa menyesakkan. So, this is the finest video we could manage to record. Ya ya, I know, its resolution is so standard, my bad. 

Sigur Ros Live in Jakarta (Part 2)

Pada hari H-nya, saya sudah sampai Istora dari Jam 5 Sore buat ngantri tuker tiker dan juga janjian sama tiga teman saya yang lain. Sepintas mengamati para simpatisan konsernya beraneka ragam kalangan banget ya ternyata. Berbeda dengan pengalaman-pengalaman saya nonton konser korea *hahahahah* yang kayaknya penontonnya satu tipe, kalo yang ini dari yang mas-mas ikhwan ampe mas-mas tatoan, dari tampang teteh-teteh mentoring ampe mbak-mbak metal, dari anak kecil segede tuyul ampe bapak-bapak businessman dan ibu-ibu ala mamah dedeh juga ada. semua  tumplek tublek. Artis-artis ibukota pun sempat tertangkap oleh pandangan saya. Oh iya, banyak banget bule yang datang, like seriously banyakkkkkk bgt.  Jam 6 sore tiket sudah ditangan dan kita lagi ngaso-ngaso buat nunggu pintu Istora dibuka, sayup-sayup azan magrib berkumandang *subhanallah hihihi*. kita niatnya mau solat magrib tanpa jamak toh acaranya kan jam 8 malam, hehe. Nah tapi kita kesulitan cari mushola. Akhirnya kita nanya kru-kru konser, dannnn kita dikasih kesempatan solat di backstage asalkan nitipin KTP kita ke mereka. HAHAHAH. Langsung ngarep gitu ada jonsi lagi solat >,<.  Taunya pas kita lagi solat itu Sigur Ros lagi pada soundcheck, entah jadi tambah khusyuk atau ngga, kita jadinya sholat diiringi lagu Sigur Ros. Zzzzz.

image

Jam setengah 8 malam kita udah masuk dan menjadi salah satu golongan penonton yang masuk duluan. Saya memang udah ngincer tribun 1 yang samping panggung, biar lebih dekat aja dan tetap bisa duduk. Konser molor 1 jam. Dari jam 8 ampe jam 9 cuma diputerin lagu-lagu mereka aja, sembari satu persatu penonton berhamburan masuk Istora. Kita udh mikir jangan-jangan konsernya gini doang ni, cuma dengerin lagu-lagunya yang diputer aja dari kaset, *ya olohh kaset*.  Tiba-tiba jam sembilan lewat 5 menit muncul suara kencang dan siluet dari arah panggung yang tertutup layar. Ahhh I guessed it’s starting now.

Bayangan Jonsi muncul dengan gitar yang seperti biasa selalu ia gesek diiringi sorak dan tepuk tangan penonton. Lagu pertama pun dimulai. Lagu pertama hingga kedua dilakukan dibalik layar besar yang menutupi panggung. Siluet tubuh mereka dan tata cahaya yang menyoroti layar besar tersebut semakin membuat saya ga sabar bantuin mamang-mamang logistik konser untuk menyingkap layar dan menyaksikan mereka langsung tanpa penghalang. Hihhh. Dua lagu pertama which were Yfirborð  dan Ny Batteri dibawakan dengan apik.

 

image

Lalu lagu ketiga dimainkan berikut layar pun dibuka, semua penonton semakin berteriak kesetanan *itu mah gw aja sih kayaknya*. Jonsi dan Georg dengan pakaian ala marching band nampak segar kaya baru mandi, sementara Orri di depan drumnya dengan pakaian casual/ala marching band juga(?) soalnya agak ga jelas karena dia membelakangi tribun 1 dari samping. Berikut juga dengan para pemain biola, terompet pengiring, serta sound engineer disamping panggung semua terlihat menarik. Dari kejauhan Jonsi yang phisically is not my favorite, tampak ganteng. Gerakan kepala Jonsi berkali-kali ke arah kanan yang seperti aba-aba mau ngambil nafas panjang serta tubuhnya yang membungkuk-bungkuk menggapai bow guitar yang ia gesek membuat ia tampak cool berkuadrat kuadrat, halah. But you know, Orri was the one who captivated my heart that night due to his skill at hitting those instruments. :D.

image

 

Lagu ketiga yaitu Vaka mengalun luar biasa keren diiringi dengan potongan-potongan video klip Vaka itu sendiri. Saya selalu menyukai video klip Sigur Ros, konsep video klipnya bagi saya sangat dalam. Hoppipolla dengan video orang-orang tua yang bermain-main seperti anak kecil, Vaka yang dengan keadaan dunia dimana anak-anak nantinya akan bermain dengan menggunakan masker besar di wajah mereka mungkin karena pencemaran lingkungan atau nuklir, Svefn- g- englar (yang diputar sebagai lagu keenam pada konser ini) yang menunjukan sudut pandang lain tentang orang-orang down syndrome, dll.  Lagu keempat yaitu Hrafntinna yang ini agak asing, kayaknya jarang bgt saya puter deh, hahaha maap abang dan dilanjut dengan lagu kelima yang sangat familiar yaitu saeglopur yang semakin menghidupkan panggung. Perfecto bang, jonsss.

image

Lagu keenam adalah lagu favorit saya di album Valtari yaitu Varuð, dan tentunya saya langsung ternganga-nganga dibuatnya. Oke beranjak ke lagu ke tujuh kayanya ini adalah lagu sejuta umatnya Sigur Ros, which is Hoppipolla. Setting panggung berlampu kerlap kerlip ditambah dengan koor para penonton membuat Jonsi seneng girang sumringah, dia pun berkali-kali mengayun-ayunkan kedua tangannya ke kiri dan kanan seperti meminta para penonton lebih keras lagi melakukan koor antara jeda Hoppipolla ke Með Bloð. Ini bikin merinding  buat saya.  Oia, seingat saya selama konser mereka ngirit ngobrol dengan penonton. Perkenalan diri aja ga ada. Yang saya tangkap Jonsi cuma bilang, “thank you very much, it’s nice being here”. That’s it. Saya melihat semua personil dan additional player memanfaatkan semua instrument yang ada dengan maksimal, berapa kali  Orri, Jonsi, dan Georg, pindah-pindah posisi untuk meng-handle alat-alat musik berbeda. Keren ya.

image

Lagu berikutnya adalah Olsen-Olsen, disini juga para penonton melakukan koor mengikuti alunan flute-nya. Ini dahsyat bgt! Saya menikmati lagu ini dengan bertopang dagu tanpa reaksi berlebih, saya hanya ingin mendengar lagu ini dengan khidmat, hahaha. Olsen-Olsen ini favorit saya juga, sampai-sampai saya pasang lagu ini di blog alay saya jaman kuliah. Dilanjut dengan lagu Kveikur yang masih asing, karena ini dari album terakhir yang bakal keluar nanti Juni kalo ga salah. Pada lagu festival, saya syok banget denger nafas panjangnya Jonsi, ini panjang banget beneran. Lagi-lagi koor penonton yang mengikuti irama lagu mereka diakhir bikin Sigur Ros-nya ikut tepuk tangan. Penonton pun mengapresiasi dengan balasan tepukan tangan yang sangat meriah. Brennisteinn, Glosoli, dan Popplagið jadi lagu terakhir mereka.  Popplagið atau yang bisa saya sebut untitlled 08 merupakan penampilan yang paling tepat untuk menutup konser mereka, klimaksnya dapet dan disini semua personil pada tunjuk kebolehan. Di akhir setelah menggebuk drum, Orri pun melemparkan strik drum-nya ke arah penonton, and let me say, Orri you were beastly best.

 Akhirnya konserpun selesai dan semua awak panggung berdiri sejajar untuk membungkukkan badan. “We want more” berkali-kali dari para penonton nampaknya tidak digubris yahh hiks hiks hiks. Mereka mulai kembali ke balik panggung.

Ahhh bye bye Jonsi, Georg, and Orri. Thank you for giving me a chance to enjoy this journey.

image

Sempet agak kecewa juga sih liat beberapa kelakuan penonton yang teriak-teriak ga jelas, bersiul-siul (ih.. dikata ini konser dangdut), atau tepuk tangan cuman karena emang ada penurunan beat  dan dead airnya gitu di beberapa lagu padahal lagunya belum abis. Jadi mikir, ini beneran pada suka Sigur Ros, apa cuman banci konser aja sih. Ada juga bule-bule di festival floor yang joget-joget ga karuan padahal lagunya ga up-beat. Ini beneran aneh deh. Temen saya sampai bilang, “ini orang-orang yang dateng macem-macem banget, dari berbagai kalangan dan gw masih mencari-cari apa yang menyatukan mereka, apakah yang mempersatukan para penonton malam ini adalah jiwa-jiwa yang lepas?”  ya ya, BISA JADI, BISA JADI. *kuis eat bulaga sctv*.

Secara keseluruhan, saya puas. Kami puas. Pelanggan puas. Semoga ada kesempatan untuk berpetualang lagi di konser-konser mereka. Mungkin di Islandia?? Aaaaaamiiiiiin.

Sigur Ros Live in Jakarta (Part 1)

Selamat Sore!!

Akhirnya setelah diliputi euphoria yang ga ada abisnya sampai detik ini, saya bermaksud mau bikin ulasan ala sotoy-sotoyan saya aja gitu tentang konser Sigur Ros 10 Mei Kemarin, hehe.

Pertama-tama ini saya kudu cerita apa gimana ini tentang kenapa saya suka Sigur Ros? hoho singkat cerita saya tau Sigur Ros sekitar tahun 2007 tanpa sengaja karena lagu Hoppipolla mereka jadi salah satu OST film Penelope yang saya tonton dengan sengaja karena yang maen adalah James Mc Avoy  kesukaan saya. Setelah itu merembet ke lagu-lagu lain mulai Glosoli, Vaka, Olsen-olsen, Godan Daginn, Agaetis Byrjun, Samskeyti dll, dan juga saya jadi ngikutin forum-forum Sigur Ros di Kaskus dll. Berhubung pacar saya kala itu juga ternyata tanpa sepengetahuan saya doyan, dan nyaranin saya denger lagu Hoppipolla (yang padahal saya udah denger duluan hihi) jadilah kita menyukai Sigur Ros bersama-sama. *eaaaa switswiw. Entah mengapa mendengar lagu Sigur Ros memberikan efek yang luar biasa yang mungkin cuma pribadi masing-masing yang bisa mengerti. Lagu-lagu mereka masterpiece-ly well created.. yang kalo dipikir2 ko bisa ya? ko bisa ya?? ko bisa yaaa mereka bikin alunan nada macam gini??. Musik dari Orri dan Georg (juga Kjartan yang walo udah keluar dari formasi Sigur Ros, I will always count you, handsome haha), dipadukan dengan lengkingan suara Jonsi Birgisson yang menusuk-nusuk jantung dengan nikmatnya *gela lebay banget bahasa gw* membawa saya ke alam pikiran tanpa batas yang saya ciptakan  di kepala ini. Sigur Ros ini juga yang membuat saya terobsesi ke Islandia untuk hidup disana, dan juga membuat saya berkeyakinan bahwa saya ini adalah renkarnasi dari orang Islandia (atau Skandinavia deh ya kalo boleh nawar) di kehidupan masa lampau . *la la la la*

Ishhh bisa panjang ini kalo disuruh cerita Sigur Ros nya mah >,<. Oke lanjut ya kak. Jadi setelah gagal nonton Sigur Ros di Singapore tahun kemarin karena ga ada duit, akhirnya saya berkesempatan nonton Live di Jakarta!!! Alhamdulillah ya Allah *langsung sujud syukur cantik*. Alhamdulillah lagi ada rejeki sisa duit perjalanan dinas kantor *bwahahhah sampah banget ketauan dari mana sumber dana ini berasal*.

 

Jaman waktu mau beli tiket, saya masih gamang, masih berharap-harap ada yang mau beliin gitu, tapi ga ada juga rupanya, murahan banget lah ya saya teh. Sempet ragu juga, ntar jangan-jangan sepi lagi ini yang nonton, saya ga yakin-yakin banget di Indo banyak yang suka. Kebayang-bayang juga konsep konser Sigur Ros yang sering saya liat di Youtube itu ya yang di alam terbuka dan nontonnya sambil tiduran gitu, aihhh seru banget ini, sedangkan yang di Indo ini bakalan indoor. Tour kali ini juga Kjartan yang paling saya suka ga ikutan karena dia udah keluar dari Sigur Ros, hiks. Tapi bla bla bla, bla bla bla, pada akhirnya voucher tiket Sigur Ros ditangan juga. Oke kalau begitu mari menunggu tanggal 10 Mei dengan khidmat, gumam saya dalam hati *naon*.  (continued)

Post-it di tepian layar komputer ini layaknya teman penyemangat di kantor. Hello buddy!

Post-it di tepian layar komputer ini layaknya teman penyemangat di kantor. Hello buddy!

brightnail:

vanehwasreal:

the whitest moments in recorded history

after watching these i feel dead inside

These make me really, weirdly uncomfortable

Reblogged from Die Laughing Bitch.
-Malam Jumat Kali Ini-

Jadi begini kak, kamis sore ini niatnya cuma mau makan sore sambil ngobrol ama temen2, ehhh winda dan ica malah menghasut kita semua buat nemenin mereka malamnya nonton Adhitia Sofyan dan Float di Atamerica Pacific Place. Berhubung gratisan dan sedikit tau beberapa lagu macem adelaide sky-nya adhitia dan pulang juga tiga hari untuk selamanya punya float, yayumarii dah itung2 pemanasan buat nonton Sigur Ros besok. Hihi. Ikut bahagia juga liat muka sumringah winda + ica selama acara, tapi kalian bedua ga ada apa2nya dgn pasangan yg duduk di samping pida euyy. Mereka heboh bgt, fans garis keras nih kayaknya.Kkkkkk. Saya berkali2 terdistraksi bareng andam + rian + yovi untuk bentar2 ngomentarin kelakuan winda dan juga org2 selama acara. Haha.Tapi yg paling shine bright like a diamond malam ini ya memang winda lah ya. Ditegur dan dibecandain si MC karena posisi duduknya yg berbahaya dan walhasil membuat seisi venue pada liatin doi yg tengah nangkring santai kayak di warteg dgn baju pink neon-nya di samping mas2 camera person.

Over all cukup seru. Ada lagu baru yg cukup catchy buat saya yaitu surrender milik Float. Foto di atas adalah penampakan mereka pas nyanyi lagu surrender. Penggalan lirik ” life’s to live, love’s to love” juga beberapa scene video perjalanan menuju Dieng yang mejeng di layar bikin saya agak sedikit mengabadikan momen malam ini melalui jepretan kamera hp.ihik ihik.

-Malam Jumat Kali Ini-

Jadi begini kak, kamis sore ini niatnya cuma mau makan sore sambil ngobrol ama temen2, ehhh winda dan ica malah menghasut kita semua buat nemenin mereka malamnya nonton Adhitia Sofyan dan Float di Atamerica Pacific Place. Berhubung gratisan dan sedikit tau beberapa lagu macem adelaide sky-nya adhitia dan pulang juga tiga hari untuk selamanya punya float, yayumarii dah itung2 pemanasan buat nonton Sigur Ros besok. Hihi. Ikut bahagia juga liat muka sumringah winda + ica selama acara, tapi kalian bedua ga ada apa2nya dgn pasangan yg duduk di samping pida euyy. Mereka heboh bgt, fans garis keras nih kayaknya.Kkkkkk. Saya berkali2 terdistraksi bareng andam + rian + yovi untuk bentar2 ngomentarin kelakuan winda dan juga org2 selama acara. Haha.Tapi yg paling shine bright like a diamond malam ini ya memang winda lah ya. Ditegur dan dibecandain si MC karena posisi duduknya yg berbahaya dan walhasil membuat seisi venue pada liatin doi yg tengah nangkring santai kayak di warteg dgn baju pink neon-nya di samping mas2 camera person.

Over all cukup seru. Ada lagu baru yg cukup catchy buat saya yaitu surrender milik Float. Foto di atas adalah penampakan mereka pas nyanyi lagu surrender. Penggalan lirik ” life’s to live, love’s to love” juga beberapa scene video perjalanan menuju Dieng yang mejeng di layar bikin saya agak sedikit mengabadikan momen malam ini melalui jepretan kamera hp.ihik ihik.

jocknoir:

stormcloaca:

lokiarrty:

suckmypoppunk:

unshaped:

wasn’t expecting this

but arent you glad it hapened

its ears ITS EARS ITS EARS ITS EARS

floomph

oh my god

jocknoir:

stormcloaca:

lokiarrty:

suckmypoppunk:

unshaped:

wasn’t expecting this

but arent you glad it hapened

its ears ITS EARS ITS EARS ITS EARS

floomph

oh my god

Reblogged from Die Laughing Bitch.